Memahami #UsiaCantik: Cantik yang Sesungguhnya Tak Berbatas Usia

Ada yang bilang bahwa menjadi seorang perempuan tidaklah mudah. Ada banyak tuntutan yang harus dijalani, mulai dari perannya sebagai seorang...

Ada yang bilang bahwa menjadi seorang perempuan tidaklah mudah. Ada banyak tuntutan yang harus dijalani, mulai dari perannya sebagai seorang ibu, anggota masyarakat, sampai pekerja. Perempuan juga punya beban berat untuk selalu tampil cantik dan kadang menjadi enggak percaya diri saat sudah menginjak usia 30—40-an. Padahal, justru pada usia 35 tahunlah seorang perempuan menginjak #UsiaCantik-nya.



Menceritakan perempuan berarti menceritakan tentang perjuangan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Saya sendiri selalu memandang perempuan sebagai sosok yang serbabisa. Gimana enggak, kamu juga pasti mengenal sosok-sosok perempuan dengan banyak peran dalam hidupnya. Ada yang menjadi seorang ibu sekaligus penncari nafkah dalam keluarga, ada yang menjadi orang tua tunggal dan harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya, ada juga yang terus berjuang menjadi yang terbaik dalam lingkungannya. Sosok-sosok perempuan ini enggak cuma menginspirasi, tetapi juga stand out di antara dominasi masyarakat yang patriarkat.

Semua perjuangan itu tentu harus diikuti dengan penghargaan terhadap diri sendiri. Saya yang saat ini masih berusia 24 tahun merasa masih sangat jauh dari jalan menginspirasi. Kadang, saya merasa santai karena ingat usia saya masih 24 tahun. Muda? Sebenarnya enggak. Usia 20-an tahun adalah usia yang baru menginjak kedewasaan dan mulai menapaki dunia baru yang sebenarnya. Makanya, pada usia ini, sebisa mungkin saya mengisi hari-hari dengan berbagai kegiatan positif.

Salah satu cara mengisi waktu luang adalah dengan mengikuti pelatihan menulis, seperti yang diadakan oleh Girls In Tech pada Sabtu, 19 November 2016 lalu.

Saya suka bepergian alias traveling. Enggak perlu jauh, traveling buat saya bisa cuma pergi ke kafe terdekat, belanja di pasar tradisional. atau bermain di taman terdekat. Yang paling saya sukai dari traveling adalah saya bisa bertemu orang-orang baru. Bisa bertukar pikiran dan pendapat dengan orang baru adalah hal yang luar biasa bagi saya.

Saat traveling, beberapa kali saya bertemu dengan para perempuan yang luar biasa. Saat ke Dieng, saya bertemu dengan seorang ibu yang anaknya memiliki rambut gimbal. Itu, loh, rambut yang seperti rambut Bob Marley yang cuma boleh dipotong saat perayaan khusus. Ibu yang enggak mau disebutkan namanya ini memiliki 2 anak yang masih kecil. Salah satunya yang berambut gimbal berusia sekitar 6 tahun. Ibu ini (sebut aja Ibu Yuni) membesarkan kedua anaknya seorang diri sambil berjualan di Dieng Plateau, Di sela-sela berjualan, Bu Yuni sigap menggendong anaknya yang menangis minta disusui. Bu Yuni juga memiliki seekor burung hantu yang baru berusia 9 bulan bernama Bobo. Sambil mengobrol, kami diizinkan untuk berfoto bersama burung hantu cantik itu. Bu Yuni adalah satu dari sekian banyak perempuan mandiri di luar sana yang enggak mau menyerah sama keadaan dan terus berjuang menjalani hidup sehari-hari.



Masih dalam perjalanan ke Dieng-Prau, saya juga bertemu dengan Bu Lena, wanita karier yang bekerja di Jakarta. Meski sudah menginjak usia 40-an, Bu Lena masih terlihat muda. Bu Lena ini sudah memasuki #UsiaCantik. Meski begitu, jangan heran kalo kamu lihat Bu Lena masih bersemangat dan berjiwa muda. Bahkan, Bu Lena ikut bersama kami naik ke Puncak Prau! Bagi Bu Lena, mendaki karier adalah hal yang menantang. Namun, Bu Lena juga mau kehidupannya seimbang antara karier, keluarga, dan dirinya. Makanya, untuk menyegarkan pikiran dan menghabiskan me time-nya, Bu Lena dengan semangat menaiki Puncak Prau. Buat Bu Lena, mendaki gunung adalah wadah pengenalan diri, pencerahan hati, dan penghargaan terhadap dirinya sendiri.

Bu Lena yang semangat mendaki :)

Pada usia 40-an, Bu Lena masih menjalani berbagai kegiatan dengan semangat. Bu Lena adalah bukti bahwa usia yang semakin bertambah bukanlah halangan untuk terus melakukan banyak hal yang bermanfaat. Lagipula, meski sudah "kepala empat", wajah Bu Lena masih kelihatan seperti "kepala tiga", loh. Wajahnya masih mulus dan sehat!

Memang, pada #UsiaCantik, kita bisa mulai melihat tanda-tanda penuaan kulit. Penuaan kulit ini ternyata enggak cuma munculnya kerutan di wajah, tetapi juga berkurangnya kekenyalan kulit wajah dan wajah jadi kusam. Tanda-tanda penuaan itu bisa muncul karena kelembapan kulit mulai menurun pada usia 30-an. Ditambah lagi karena pikiran, polusi, dan gaya hidup yang enggak sehat, tanda penuaan bisa muncul lebih cepat.

Sebenarnya, munculnya tanda-tanda penuaan adalah hal yang alami dan pasti dirasakan oleh semua perempuan. Namun, bukan berarti kita diam saja melihat tanda-tanda penuaan muncul. Untuk menyiasati munculnya tanda-tanda penuaan pada #UsiaCantikL’Oréal Paris menyediakan solusinya. Sebagai perusahaan yang selalu menawarkan produk-produk perawatan kulit terbaik, L’Oréal Paris memahami kebutuhan perempuan pada #UsiaCantik. Perawatan kulit biasa enggak cukup. Rangkaian produk Revitalift Dermalift hadir dengan teknologi anti-wrinkle yang bekerja lebih optimal untuk meregenerasi kulit. L’Oréal Revitalift Dermalift hadir dalam dua varian, yaitu Day Cream dan Night Cream. Di dalam keduanya, terdapat Pro-Retinol A dan Centella Asiatica yang bekerja mencegah timbulnya kerutan dari dalam dan memperbaikinya dari luar.

Revitalift Dermalift untuk #UsiaCantik-mu - foto oleh Blogger Perempuan

Dengan L’Oréal Revitalift Dermalift, para perempuan bisa lebih fokus berkarya pada #UsiaCantik tanpa takut mengalami tanda-tanda penuaan dini. Bertambah usia itu pasti, tapi menjadi tua cuma untuk mereka yang enggak berhasil memaknai indahnya hidup. Saya bertemu para perempuan hebat yang memaknai hidup pada #UsiaCantik dengan berjuang tanpa lelah dan melakukan berbagai kegiatan untuk menggali nilai-nilai yang ada dalam dirinya. Kalau kamu, bagaimana caramu menjalani #UsiaCantik-mu?





***

Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oréal Revitalift Dermalift.

You Might Also Like

14 comments

  1. Wah, berlaku juga buat ganteng ngga nih,haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah! Kalo berlaku, namanya usia ganteng donk.. :p

      Delete
  2. Artikel yang cantik.
    Sebab, yang cantik selalu memperlakukan diri dengan baik sebagai tanda syukur pada Sang Khalik.

    (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maacih.. Betul banget, memperlakukan diri dengan baik itu adalah bentuk rasa syukur atas pemberian-Nya, yaa..

      Delete
  3. Berarti menjerumuskan Kak Irna diberbagai program dan ide-ide visioner nan produktif saya kemarin adalah hal yang sudah sangat tepat ya.
    Ngga perlu berterima kasih sama saya Kak Irna.hoho ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bener bangeeettsss... melakukan kegiatan positif untuk diri sendiri dan orang lain itu perlu~ :))

      Delete
  4. iya ya untuk ganteng gimana ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin pada intinya sama.. Semakin bertambah usia, produktivitas jangan sampai menurun.. malah harus diperbanyak lagi kegiatan positifnya.. :))

      Delete