Yuk, Kali Ini Intip Pesona Pantai Sebanjar!

 


Selama 10 hari berada di Alor, inilah pantai favorit saya. Pantai Sebanjar namanya, berada di Kecamatan Sebanjar, hanya beberapa kilometer setelah Kecatamatan Alor Kecil. Menuju ke Pantai Sebanjar, kamu bisa menumpang oto (angkot) yang berwarna biru dari Pelabuhan Wetabua. Tarifnya hanya Rp5.000. Atau kamu juga bisa menaiki ojek dari Pantai Wetabua, hanya Rp15.000.

Mengapa Pantai Sebanjar jadi pantai favorit saya? Pantai ini memiliki pasir putih yang sangat bersih. Dari pantai ini, saya juga bisa melihat pulau lain di depannya dan pemandangan di sepanjang jalan menuju ke sini juga indah. Saya melewati pantai-pantai lain di sebelah kiri jalan dan juga tebing-tebing batu tinggi dengan pepohonan di atasnya di sebelah kanan jalan. Di sepanjang jalan juga banyak rumah penduduk dan saya juga melewati rumah adat di Alor Kecil.

Saya ke sana bersama sepupu, menaiki motornya. Pada kunjungan pertama saya, kami berenang sepuasnya. Saat itu hari Selasa dan Pantai Sebanjar sangat sepi. Hanya ada kami, beberapa anak-anak penduduk lokal, dan nelayan yang sedang mencari ikan di kejauhan. Perahu-perahu yang tidak melaut juga banyak yang disandarkan di dekat pantai. Saat itu air laut sedang surut, jadi hamparan pasir putihnya jauh lebih luas.

(Pada kunjungan pertama saya ke Pantai Sebanjar, ada banyak perahu sandar di pinggir pantai)


Saat kunjungan pertama itu, kami tiba pukul setengah 4 sore, jadi kami tidak berenang terlalu lama di sana. Kunjungan kedua adalah hari Sabtu. Saat itu saya ingin mencari penduduk lokal pembuat kain tenun khas Alor yang kebetulan tinggal di Sebanjar, naik sedikit dari Pantai Sebanjar. Setelah mendapatkan kain tenun yang saya inginkan, karena sudah ada di Sebanjar, sekalian saja saya mampir lagi ke pantai ini. Kali ini, saya sempatkan berfoto di bawah air, biarpun sebetulnya saya tidak bisa berenang, apalagi snorkeling. Hasilnya, yah, lumayan, biarpun yang kelihatan muka saya semua. :p

(Menyempatkan diri mengambil foto-sangat-amatir di bawah air)

Kunjungan ketiga adalah hari Minggu. Saya datang bersama rombongan keluarga besar dengan menaiki truk. Lucunya, di Alor, melihat penduduk yang menaiki truk pikap adalah hal yang biasa dan tidak dilarang. Jadi, kami pun sekeluarga besar menyewa pikap untuk liburan.

Hari itu sebenarnya rencananya kami akan pergi ke Pulau Kepa. Tapi, karena menurut penduduk setempat lautnya sedang tidak bagus, mungkin maksudnya berbahaya, jadi kami pun membatalkan rencana berlibur ke Pulau Kepa. Benar saja, sore harinya ternyata air laut pasang tinggi tiba-tiba dan ombak menjadi terlalu besar. Untung kami tidak jadi ke Pulau Kepa. Kalau tetap ke sana, kami mungkin saja tidak bisa pulang karena perahu kecil menuju ka Pulau Kepa tidak mungkin bisa berlayar di tengah ombak besar begitu.

Akhirnya, kami memutuskan untuk ke Pantai Ilawe yang arahnya berlawanan dengan Pulau Kepa dan tentu saja Pantai Sebanjar. Sesampai di Ilawe, kami hanya sebentar berada di sana karena bibi dan sepupu saya ingin ke Pantai Sebanjar. Akhirnya, dari Ilawe, kami bergerak ke Sebanjar.

Karena saat itu hari Minggu, tentu saja Pantai Sebanjar jadi jauh lebih ramai dibandingkan ketika saya pertama kali ke sana. Saat itu, kami berenang di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Pantai Sebanjar memiliki garis pantai yang cukup panjang. Hari itu, kami memilih tempat yang mendekati ujung garis pantainya karena di tempat itu lebih sepi. Tapi, di sana ada lebih banyak batu karang di pinggir pantainya. Yang membuat saya terkejut adalah, ada bagian pantai yang pasirnya berwarna merah muda! Memang warna merah mudanya tidak sejelas Pink Beach di Lombok, tapi tetap saya saya terkejut melihat pasir berwarna merah muda di tengah-tengah hamparan pasir putih.

(Bagian Pantai Sebanjar dengan pasir yang berwarna merah muda) 


Saat sayang melihat di tumpukan batu karangnya, ternyata di sana ada karang-karang berwarna merah terang yang bertumpuk. Kelihatannya pasir putihnya bercampur-dengan serpihan karang-karang merah itu sehingga warnanya jadi merah muda. Penemuan yang mengejutkan sekaligus menyenangkan! Pada kunjungan ketiga ini, saya sekalian saja mencari batu-batu karang dengan bentuk yang unik. Tentu saja yang saya pilih adalah batuan-batuan yang ada di pinggir pantai. Untuk mengisi akuarium teman saya saja, kok. :p

Tapi, saat itu sepupu saya menemukan batu karang besar yang kelihatannya sudah tertutup kerang. Saya membawanya, tapi akhirnya tidak dibawa pulang ke Jakarta karena ukurannya terlalu besar.

(Batu karang yang ditemukan sepupu saya)


Hari Minggu itu kami benar-benar piknik di Pantai Sebanjar dari pukul 2 siang sampai 5 sore. Dari awalnya pantai masih ramai masih sepi, saya menikmati keindahan Pantai Sebanjar sepuasnya. Sayangnya, saya lupa membungkus pasir putihnya untuk mengisi akuarium teman saya tadi. Akhirnya, saya hanya membawa batu karang kecil saja.

Sebelum pulang, tentu saja saya sempatkan diri lagi untuk berfoto-foto. Kali ini, supaya terlihat lebih dramatis, saya menggunakan aplikasi Candy Camera. Hasilnya lumayan juga. :p

(Berfoto dulu sebelum pulang)


Oh iya, hari itu sepupu saya juga berfoto di bawah air, tapi di tempat yang lebih dalam. Saya iri melihat hasilnya, tapi apa daya, saya tidak berani berjalan ke tempat yang lebih dalam. Kalau tinggi airnya sudah melebihi dada, apalagi sampai leher, rasanya saya mungkin saja bisa terbawa ombak ke lautan. Saya ‘kan tidak bisa berenang.. Hhiiii..

(Batu akik yang dipakainya diambil dari laut, lho!)


(Kalau saya, bergaya di tempat dangkal saja! :p)

You Might Also Like

0 comments